Tujuan Mahasiswa mempelajari Pengantar Struktur Data adalah agar manusia mampu memahami teori dasar sistem pengorganisasian data pada memori komputer dan manajemen file (berkas) pada media penyimpanan termasuk cara pengorganisasiannya. Mahasiswa juga mampu membuat program dengan menggunakan salah satu bahasa pemrograman generasi ke-3 (C/C++/Pascal) untuk membuat berbagai macam struktur data (pointer, linked list, sorting, Queue, Pohon Binary dan searching) yang baik, efisien, dan cepat.
Minggu, 26 September 2010
Minggu, 08 Agustus 2010
Kamis, 05 Agustus 2010
Cara buat Antivirus pada Flashdisk
Cara buat Antivirus pada Flashdisk
Flash disk merupakan sebuah removable media yang sangat bagus, karena disamping praktis alat ini juga sangat portable. Namun pasti disamping memiliki sisi baiknya, alat ini juga memiliki kekurangan. USB/UFD merupakan alat bagi virus dan kawan-kawannya untuk menyebarkan dirinya, karena jika teman-teman mecolokkan USb teman-teman ke sebauh kompi yang sudah terinfeksi sebuah virus, maka dengan sendirinya virus tersebut akan menanamkan sebauh bibit virus ke dalam USB teman-teman yang akan segera berjalan ketika pertama kali dicolokkan lagi ke komputer yang lain.
UDAH ah kebanyakan pembukaan, kita mulai aja…….
Pertama teman-teman harus mempersiapkan antivirus yang akan teman-teman gunakan di dalam USB teman-teman. Tapi diusahakan yagn size kecil ya, supaya kinerja USB nya gak dipengaruhi, contohnya pcmav, ansav dan laen-laen.
OK jika udah untuk pembuatannya ikuti langkah-langakh berikut:
1.ketik di notepad mantera berikut:
[AutoRun]
open=namaantivirus.exe
shellexecute=namaantivirus.exe
shell\Scan pakai alt antivirus!!!\command=namaantivirus.exe
shell=Scan pakai alt antivirus!!!
2.trus save dengan nama “autorun.inf”(gak pake tanda kutip) di flashdisk kita
sekarang tinggal kita copy aja antivirus yang mau kita masukin ke flashdisk..!!!
Tpai tolong diinget kalau copy jang di dalam folder, langsung di root flash disk saja OK.
Dah jadi deh…^_^!!
kalo mau scan virus tinggal double click aja tuh drive flashdisk kita!!
kalo kita klik kanan drive flashdisknya bakalan ada tambahan kata di atas kata
AUTOPLAY.
Scan PAKAI ALIT ANTIVIRUS!!!
kalo mau di ubah ya kita tinggal ganti aja kata-kata yang ada di dalam script…!
shell\kata-kata_anda\command=namaantivirus.exe
shell=kata-kata_anda
3. gimana cara buka flashdisknya ???
gak mungkin lah gak pada tau…tinggal klik kanan aja trus cari open…!
ngak bagus ya kalo di dalam flashdisk kita ada keliatan nama file AUTORUN n’antivirusnya…
ngerusak pemandangan gitu loh….
kalo gitu tinggal kita ubah aja attributnya jadi super hidden…
caranya…??? /media/TDY296/TIPS N TRIK/install printer di Ubuntu.txt
buka RUN dari start menu
terus ketik cmd
masuk ke dalam drive flashdisk (biasanya drive f)
udah gitu ya kita tulis commandnya
f:\>attrib +h +s namaantivirus.exe (buat hidden antivirusnya)
f:\>attrib +h +s autorun.inf (buat hidden file autorun)
UDAH ah kebanyakan pembukaan, kita mulai aja…….
Pertama teman-teman harus mempersiapkan antivirus yang akan teman-teman gunakan di dalam USB teman-teman. Tapi diusahakan yagn size kecil ya, supaya kinerja USB nya gak dipengaruhi, contohnya pcmav, ansav dan laen-laen.
OK jika udah untuk pembuatannya ikuti langkah-langakh berikut:
1.ketik di notepad mantera berikut:
[AutoRun]
open=namaantivirus.exe
shellexecute=namaantivirus.exe
shell\Scan pakai alt antivirus!!!\command=namaantivirus.exe
shell=Scan pakai alt antivirus!!!
2.trus save dengan nama “autorun.inf”(gak pake tanda kutip) di flashdisk kita
sekarang tinggal kita copy aja antivirus yang mau kita masukin ke flashdisk..!!!
Tpai tolong diinget kalau copy jang di dalam folder, langsung di root flash disk saja OK.
Dah jadi deh…^_^!!
kalo mau scan virus tinggal double click aja tuh drive flashdisk kita!!
kalo kita klik kanan drive flashdisknya bakalan ada tambahan kata di atas kata
AUTOPLAY.
Scan PAKAI ALIT ANTIVIRUS!!!
kalo mau di ubah ya kita tinggal ganti aja kata-kata yang ada di dalam script…!
shell\kata-kata_anda\command=namaantivirus.exe
shell=kata-kata_anda
3. gimana cara buka flashdisknya ???
gak mungkin lah gak pada tau…tinggal klik kanan aja trus cari open…!
ngak bagus ya kalo di dalam flashdisk kita ada keliatan nama file AUTORUN n’antivirusnya…
ngerusak pemandangan gitu loh….
kalo gitu tinggal kita ubah aja attributnya jadi super hidden…
caranya…??? /media/TDY296/TIPS N TRIK/install printer di Ubuntu.txt
buka RUN dari start menu
terus ketik cmd
masuk ke dalam drive flashdisk (biasanya drive f)
udah gitu ya kita tulis commandnya
f:\>attrib +h +s namaantivirus.exe (buat hidden antivirusnya)
f:\>attrib +h +s autorun.inf (buat hidden file autorun)
Senin, 02 Agustus 2010
Cara Setting Jaringan Pada Warnet Menggunakan Windows XP
Kemampuan untuk melakukan Instalasi dan setting untuk sebuah Warung Internet (Warnet) selama ini dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang sudah lama berkecimpung didunia IT Administrator. Dengan mematok biaya yang cukup lumayan mereka bersedia membantu kita dalam membangun sebuah Warnet yang hendaknya akan kita gunakan sebagai Unit Produksi. Ketidaktahuan tentang bagaimana sebuah sistem jaringan dapat berjalan lancar adalah alasan utama kita untuk terus menggunakan tenaga mereka. Berangkat dari keadaan tersebut maka saya menuliskan panduan ini. Sengaja dibuat dengan menampilkan langkah demi langkah agar dapat dimengerti dan dipahami bahkan oleh seorang yang sama sekali belum mengenal jaringan.
—– more —–
Pada panduan ini akan dibahas instalasi dan setting untuk sebuah warnet yang memiliki 1 server & 12 client seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Persiapan Hardware & Software
Hendaknya sebelum kita melaksanakan instalasi jaringan, terlebih dahulu kita mempersiapkan Hardware & software yang akan tersambung di dalam lingkup jaringan tersebut. Beberapa langkah persiapan yang diperlukan adalah :
1. PC Server, spesifikasi minimal yang disarankan :
a. Hardware :
a. Hardware :
2. Mozilla FireFox (Free)
3. Opera
2. MSN Live Messenger
3. MiRC
4. ICQ
2. Ragnarok Online
3. Diablo II, dsb
3. Hub / Switch / Router
Merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC
Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang
ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi
kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet.
4. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau
jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan
Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini
biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy. Untuk jenis modem ADSL itu sendiri bisa
dipilih berdasarkan kebutuhan. Kali ini penulis mengambil contoh ADSL LynkSys AM
300 yang hanya mempunyai 1 (satu) port saja sebagai Dialup Device.
Setting Modem ADSL Eksternal
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke
internet :
1) Buka Internet Explorer anda dan ketikan alamat berikut : 192.168.1.1 (biasanya adalah
alamat IP default bagi Modem).
2) Setelah muncul jendela login isikan username: admin Password: admin, atau sesuai
dengan user guide yang terdapat pada saat pembelian Modem.
3) Isikan sesuai dengan yang tertera pada gambar berikut, kecuali user name dan password yang masing-masing berbeda sesuai dengan yang didapat dari ISP.
4) Pengisian selanjutnya adalah untuk mengijinkan DHCP Server enable/disable,
sebaiknya dipilih Option Enable agar kita tidak direpotkan dengan urusan menyetel satu
demi satu IP Client. Karena fasilitas ini mempunyai kemampuan untuk mensetting IP
Client secara otomatis.
5) Untuk pengisian Time Zone dilakukan sesuai dengan domisili anda tinggal. Dan untuk
time server settingan yang tertera pada gambar adalah settingan yang saya
rekomendasikan.
6) Jika kita ingin mengganti modem username & password kita dipersilahkan untuk
melalukannya pada option berikut :
7) Status Koneksi kita bisa kita pantau pada tabs status (gambar), sebetulnya alamat IP
kita tertera pada bagian bawah layar. Tidak saya tampilkan dengan alasan keamanan.
Setelah semua tersetting dengan baik langkah pengujian yang bisa kita lakukan adalah
dengan membuka Internet Explorer kita, lalu masuk ke salah satu alamat WEB yang
mudah diloading. Contoh : Http://www.google.co.id/ lalu untuk pengetesan kecepatan
bisa dilakukan melalui beberapa situs yang menyediakan layanan pengukuran
Bandwith, contoh: http://www.sijiwae.net/speedtest/ .
Sinkronisasi
Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah
selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :
1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
a. Menampilkan Task Control System

b. Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan
nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor
Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer,
nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup
harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.

c. Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network ID
dengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi.
i. Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.

ii. Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.

iii. Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.

iv. Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish. Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai melakukan pergantian Network ID dan lakukan restrat System Operasi / Reboot.
2) Sinkronisasi Waktu / Jam dilakukan dengan menempuh langkah sebagai berikut:
a. Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda.
b. Pilihlah tabs Internet Time => Update Now

c. Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben
succesfully Synchronized.
d. Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga
berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows.
e. Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahan
mungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah
GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah
GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.

Internet Connection Sharing (ICS)
Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk
memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1) Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan
pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.

2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through this
computer’s Internet Connection.
3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.

4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support
terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan
terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).

Network Setup
Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah
seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).


2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet
untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to
the internet through a residental gateway.

3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan
untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem.
Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.

4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan
Computer Description jika anda inginkan (Optional / tidak diisi tidak berpengaruh).

5) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya. Perlu
saya ingatkan kembali bahwa nama workgroup sebaiknya sama untuk semua komputer
agar langkah setting lebih mudah.

6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.

7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next untuk menjalankan /
Mengaktifkan settingan yang telah kita buat tadi.

Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai menyesuaikan dengan settingan
barunya.

9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis
reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.


Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC
Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3.
Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan
koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum.
Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client adal beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses internet yang mana yang tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Settingan tersebut biasanya digunakan di perkantoran. Sedangkan untuk warnet, pembatasan akses biasanya dilakukan dengan menginstalkan program billing pada C Server dan PC Client. Untuk produk billing dalam negeri sudah terdapat beberapa pengembang program diantaranya adalah www.billingexplorer.com dan www.indobilling.com untuk keperluan setting billing ini silahkan menghubungi pengembangnya masing-masing.
—– more —–
Pada panduan ini akan dibahas instalasi dan setting untuk sebuah warnet yang memiliki 1 server & 12 client seperti terlihat pada gambar di bawah ini:
Persiapan Hardware & Software
Hendaknya sebelum kita melaksanakan instalasi jaringan, terlebih dahulu kita mempersiapkan Hardware & software yang akan tersambung di dalam lingkup jaringan tersebut. Beberapa langkah persiapan yang diperlukan adalah :
1. PC Server, spesifikasi minimal yang disarankan :
a. Hardware :
- MotherBoard : Kecepatan setara 3.00 Ghz untuk dual Core
- Ram : 1 Ghz
- Harddisk : 160 GB
- NIC / LAN Card : 10/100 Mbps
- Drive : DVD / CD Writer
- Spesifikasi lain : Optional
- Windows XP SP2
- Bandwith Controller / Manager
- Billing System, dll
- Anti Virus
- Firewall
- Anti Spyware, Malware, Adware
a. Hardware :
- MotherBoard : Kesepatan setara 2.80 Ghz
- Ram : 512 MB
- Harddisk : 40 Ghz
- VGA Card : Optional untuk Game
- Windows XP SP2
- Browsing Tools :
2. Mozilla FireFox (Free)
3. Opera
- Chatting Tools :
2. MSN Live Messenger
3. MiRC
4. ICQ
- Game Online, Example:
2. Ragnarok Online
3. Diablo II, dsb
- Adobe Reader (Free)
- WinZip
- WinRar
- Anti Virus (AVG Free Recommended)
- Winamp (Free)
- ACD See (Optional)
- Microsoft Office (Optional)
- Billing System, dsb
3. Hub / Switch / Router
Merupakan alat yang digunakan untuk membagi koneksi internet dari PC server ke PC
Client. Pilihan antara Hub / Switch / Router ditentukan oleh kemampuan koneksi yang
ingin dihasilkan, dan tentu saja di sesuaikan dengan dana yang tersedia. Pada studi
kasus kita kali ini saya akan menggunakan Switch sebagai pembagi koneksi internet.
4. Modem
Modem adalah sebuah device yang digunakan sebagai penghubung dari sebuah PC atau
jaringan ke Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider / ISP). Penggunaan
Modem yang akan di bahas kali ini adalah modem jenis ADSL. Modem jenis ini
biasanya digunakan oleh ISP Telkomspeedy. Untuk jenis modem ADSL itu sendiri bisa
dipilih berdasarkan kebutuhan. Kali ini penulis mengambil contoh ADSL LynkSys AM
300 yang hanya mempunyai 1 (satu) port saja sebagai Dialup Device.
Setting Modem ADSL Eksternal
Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk memastikan PC Server terhubung ke
internet :
1) Buka Internet Explorer anda dan ketikan alamat berikut : 192.168.1.1 (biasanya adalah
alamat IP default bagi Modem).
2) Setelah muncul jendela login isikan username: admin Password: admin, atau sesuai
dengan user guide yang terdapat pada saat pembelian Modem.
3) Isikan sesuai dengan yang tertera pada gambar berikut, kecuali user name dan password yang masing-masing berbeda sesuai dengan yang didapat dari ISP.
4) Pengisian selanjutnya adalah untuk mengijinkan DHCP Server enable/disable,
sebaiknya dipilih Option Enable agar kita tidak direpotkan dengan urusan menyetel satu
demi satu IP Client. Karena fasilitas ini mempunyai kemampuan untuk mensetting IP
Client secara otomatis.
5) Untuk pengisian Time Zone dilakukan sesuai dengan domisili anda tinggal. Dan untuk
time server settingan yang tertera pada gambar adalah settingan yang saya
rekomendasikan.
6) Jika kita ingin mengganti modem username & password kita dipersilahkan untuk
melalukannya pada option berikut :
7) Status Koneksi kita bisa kita pantau pada tabs status (gambar), sebetulnya alamat IP
kita tertera pada bagian bawah layar. Tidak saya tampilkan dengan alasan keamanan.
dengan membuka Internet Explorer kita, lalu masuk ke salah satu alamat WEB yang
mudah diloading. Contoh : Http://www.google.co.id/ lalu untuk pengetesan kecepatan
bisa dilakukan melalui beberapa situs yang menyediakan layanan pengukuran
Bandwith, contoh: http://www.sijiwae.net/speedtest/ .
Sinkronisasi
Setelah hubungan antara PC server dan koneksi internet dapat berjalan lancar langkah
selanjutnya adalah sinkronisasi. Agar semua komputer dapat tersinkronisasi secara benar, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :
1) Sinkronisasi Nama Komputer / PC dan Nama Work Group dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
a. Menampilkan Task Control System
b. Pada Tab Computer Name klik Change untuk mengubah nama komputer dan
nama WorkGroup. Nama komputer sebaiknya diurutkan sesuai dengan nomor
Clientnya untuk memudahkan kita mengingat masing-masing nama komputer,
nama masing-masing PC tidak boleh sama. Namun untuk nama Workgroup
harus lah dibuat sama untuk semua Client dan juga Server.
c. Setelah nama PC kita ganti langkah selanjutnya adalah mengganti Network ID
dengan cara mengeklik Tab Network ID pada task Control System tadi.
i. Pada pertanyaan How Do You Use This Computer pilihlah option This Computer is part of a business network, kemudian Klik Next.
ii. Pada Option selanjutnya pilihlah Network without a Domain.
iii. Selanjutnya isikan nama WorkGroup sesuai dengan nama WorkGorup yang kita isikan pada waktu mengganti nama PC pada langkah (b) tadi.
iv. Selanjutnya Klik Next dan kemudian Finish. Tunggu beberapa saat hingga komputer selesai melakukan pergantian Network ID dan lakukan restrat System Operasi / Reboot.
2) Sinkronisasi Waktu / Jam dilakukan dengan menempuh langkah sebagai berikut:
a. Double klik tampilan jam yang ada pada sudut kiri bawah desktop anda.
b. Pilihlah tabs Internet Time => Update Now
c. Tunggu beberapa saat hingga terdapat statement berikut : The time has ben
succesfully Synchronized.
d. Jika yang tampil adalah statement error, maka ulangi klik Update Now hingga
berhasil menyamakan waktu PC anda dengan server Windows.
e. Jika Update berhasil, namun jam yang ditampilkan tidak sama, maka kesalahan
mungkin terjadi pada Time Zone untuk wilayah WIB wilayah waktunya adalah
GMT + 07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta sedangkan untuk WITA adalah
GMT+08.00 Perth dan WIT dengan GMT + 09.00 Seoul.
Internet Connection Sharing (ICS)
Sampai dengan tahap ini PC yang terkoneksi keinternet hanyalan PC server saja. Untuk
memberikan akses bagi PC client agar mempunyai akses ke internet kita perlu mengaktifkan Internet Connection Sharing yang kita miliki pada PC server. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1) Buka Jendela Network Connection yang terdapat pada Control Panel. Lalu klik kanan
pada Koneksi aktif kita ke internet => pilih Properties.
2) Pada tabs Advanced aktifkan option Allow other network users to connect through this
computer’s Internet Connection.
3) Setelah Koneksi Internet berhasil di sharing maka akan muncul 2 buah macam koneksi. Sebaiknya ganti nama masing-masing koneksi tersebut agar mudah membedakan antarakoneksi yang terhubung ke Modem dengan Koneksi yang terhubung ke Switch dengan cara me-rename masing-masing koneksi tersebut.
4) Jika kita buka properties pada koneksi yang terhubung ke Switch, pada tabs support
terdapat alamat IP yang akan menjadi default Gateway bagi PC Client yang akan
terhubung melalui PC Server (192.168.0.1).
Network Setup
Langkah-langkah yang kita lakukan tadi hanyalah untuk memberikan izin bagi PC Client agar dapat mengakses Internet. Untuk mengaktifkan Izin tersebut dilakukan dengan cara mensetup Network / Jaringan yang kita miliki. Langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1) Buka Network Setup Wizard yang terdapat pada Control Panel. Lalu lakukan langkah
seperti pada gambar. (pastikan Koneksi ke internet dalam keadaan hidup).
2) Pada pilihan select a Connection Method pilih yang Connect Directly to the Internet
untuk PC server dan bila melakukan settingan pada PC Client plihlah Option Connect to
the internet through a residental gateway.
3) Option Berikut meminta kita menentukan koneksi yang mana yang akan kita gunakan
untuk melakukan dial-up ke Internet. Pilihlah koneksi yang tersambung ke Modem.
Pilihan ini tidak ada pada saat kita melakukan setting di PC Client.
4) Isikan Computer Name sesuai dengan nama yang telah kita berikan tadi, lalu isikan
Computer Description jika anda inginkan (Optional / tidak diisi tidak berpengaruh).
5) Isi Nama Workgroup sesuai dengan nama yang telah kita tentukan sebelumnya. Perlu
saya ingatkan kembali bahwa nama workgroup sebaiknya sama untuk semua komputer
agar langkah setting lebih mudah.
6) Pilihlah option Turn On File and Printing Sharing pada task selanjutnya.
7) Setelah settingan pada jendela log kita anggap benar klik next untuk menjalankan /
Mengaktifkan settingan yang telah kita buat tadi.
barunya.
9) Pilih option just finish wizard, lalu klik Next = > Finish. Biasanya PC akan otomatis
reboot setelah menyelesaikan prosedur tadi.
Langkah yang sama kita lakukan pada semua PC Client. Perbedaan cara setting antara PC
Server dan PC Client hanyalah terletak pada point 2 dan point 3.
Setelah menyelesaikan langkah settingan tersebut pada PC Client lakukanlah pengetesan
koneksi dengan cara yang sama dengan PC Server, yaitu mengunjungi alamat situs yang mudah di Loading dan mengetes kecepatan koneksi. Bila koneksi yang ada dirasa terlalu lambat silahkan lakukan pengecekan pada settingan Network tadi apakah ada Option yang salah atau tidak, dan juga lakukan pengecekan pada koneksi perkabelan apakah suda terposisikan dengan baik atau belum.
Sampai dengan langkah ini semua PC Client bisa terhubung dengan bebas ke Internet selama PC Server menghidupkan Koneksinya. Untuk membatasi penggunaan pada PC Client adal beberapa pilihan. Yang pertama adalah membuat list user dari Computer Client, user mana yang mempunyai hak untuk mengakses internet yang mana yang tidak diizinkan untuk mengaksesnya. Settingan tersebut biasanya digunakan di perkantoran. Sedangkan untuk warnet, pembatasan akses biasanya dilakukan dengan menginstalkan program billing pada C Server dan PC Client. Untuk produk billing dalam negeri sudah terdapat beberapa pengembang program diantaranya adalah www.billingexplorer.com dan www.indobilling.com untuk keperluan setting billing ini silahkan menghubungi pengembangnya masing-masing.
Sharing Pear to Pear
Cara menggunakan (memasang) kabel UTP pada computer ke computer (pear to pear) pasang kabel UTP (jenis cross) ke kedua computer yang akan dihubungkan. seting IP address dengan cara: klik start, pilih control panel, pilih network and internet connection, pilih network connection, klik kanan properties, pilih internet protocol (TCP/IP), pilih properties. hapus IP address dan ganti dengan IP address yang baru. (sebagai contoh, kita menggunakan class C dengan IP address 192.168.0.1 pada computer satu, dan IP address 192.168.0.2 pada computer dua) kemudian cancel.
setelah penggantian IP address selesai, klik start, pilih run, ketikkan cmd, ok. setelah masuk ke run, ketik ping 192.168.0.1 (IP address computer satu), kemudian enter untuk mengetes koneksi. setelah berhasil, ketik ping 192.168.0.2 (IP address computer dua), kemudian enter untuk mengetahui apakah sudah terhubung ke computer dua atau belum. setelah berhasil terhubung, klik start, pilih run, ketikkan conf, ok
install program aplikasi sampai selesai.
siap digunakan.
good luck
setelah penggantian IP address selesai, klik start, pilih run, ketikkan cmd, ok. setelah masuk ke run, ketik ping 192.168.0.1 (IP address computer satu), kemudian enter untuk mengetes koneksi. setelah berhasil, ketik ping 192.168.0.2 (IP address computer dua), kemudian enter untuk mengetahui apakah sudah terhubung ke computer dua atau belum. setelah berhasil terhubung, klik start, pilih run, ketikkan conf, ok
install program aplikasi sampai selesai.
siap digunakan.
good luck
Minggu, 01 Agustus 2010
Cara Membuat USB Extender atau Pembuatan USB Extended
. Untuk dapat menempatkan USB Modem atau USB WiFi pada ketinggian yang berjarak agak jauh dari komputer, diperlukan adanya perpanjangan kabel USB atau yang sering disebut USB Extender . Dipasaran memang banyak USB Extended atau perpanjangan USB namun untuk panjang 5 meter ke atas tentunya sangat sulit dan sangat mahal. Berikut cara membuat Extended USB atau perpanjangan USB untuk Modem AirCard ataupun Wireless-LAN. Berikut alat dan bahan untuk pembuatan usb extender :
- Kabel UTP merk Belden yang bagus (agar tahan cuaca) dengan panjang kira2 = 5 meter atau sesuai kebutuhan. Maksimal 10-meter
- USB Extender / Perpanjangan USB = 1 set yang paling pendek klu ada
- Isolasi kabel warna hitam yang biasa digunakan untuk instalasi listrik
- Kondom Kabel / selongsong karet kecil untuk menutup sambungan kabel. Anda dapat membuatnya dari pembungkus luar kabel
- Isolator atau pipa listrik maspion = 2 buah masing2 panjang sekitar 10-cm
- Solder, Tang Potong dan Lem Bakar
Langkah Pembuatan USB Extended :
- Potong USB Extended / Perpanjangan USB yang mau diperpanjang kira-kira 5-cm dari kepala konektor, kupas selongsong kabel, disitu ada 4 kabel masing2 berwarna merah, hitam, hijau dan putih. keterangan ; kabel merah = untuk tegangan 5VDC dari Port USB pada komputer, kabel Hitam = Ground (Nol), kabel Hijau dan Putih = Data + dan Data -.
- Kupas kedua ujung kabel UTP kira2 5cm dari ujung selongsong kabel, disitu terdapat 4 pasang kabel masing2 : Coklat-CoklatPutih, Orange-OrangePutih, Biru-BiruPutih dan Hijau-HijauPutih. Berikutnya, kupas isolasinya sehingga kelihatan tambaganya
- Sambungkan kabel Hijau dari kabel UTP dengan kabel Hijau dari kabel Extender USB yang telah dipotong.
- Sambungkan kabel HijauPutih dari kabel UTP dengan kabel Putih dari ExtendedUSB yang telah dipotong.
- Gabungkan kabel Orange-OrangePutih (2 kabel digabung jadi 1) pada kabel UTP, kemudian sambungkan gabungan kabel tadi dengan kabel Merah dari Extender USB yang telah dipotong.
- Gabungkan kabel Coklat-CoklatPutih dengan kabel Biru-BiruPutih (4 kabel digabung menjadi 1), kemudian sambungkan gabungan kabel tadi dengan kabel Hitam dari Extended USB yang telah dipotong.
Kable UTP dan Konektor USB :
USB Extender 5-meter :
Jangan lupa masing-masing sambungan pada USB Extender disolder, dibungkus kondom kabel atau diisolasi. Selanjutnya masukkan kabel ke dalam pipa listrik atau langsung diisolasi sehingga menutup seluruh sambungan kabel tadi dan kalau perlu isi pipa tadi dengan Lem Bakar (khusus untuk pemasangan di luar) sampai penuh atau cukup menutupi ujungnya saja. Pastikan air hujan tidak bisa masuk.
Nah Pembuatan USB Extended selesai dan Extender USB siap digunakan. Cobalah dulu menggunakan Flashdisk, kalau OK berarti USB Extended siap digunakan untuk Modem atau Wireless-LAN.
Pengalaman saya dalam membuat USB Extended, panjang total USB Extender yang efektif untuk Modem adalah tidak lebih dari 8 meter. Di atas 8 meter komunikasi data sering error dan drop bahkan untuk beberapa jenis modem terjadi Not Found Detected Device artinya Modem tidak terdeteksi meskipun untuk flashdisk OK.
Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut bisa dipasang USB Repeater.. namun harganya cukup mahal,.. sebagai contoh USB Repeater sepanjang 5 meter berharga Rp.300 ribuan !!
Atau bisa dicoba dipasang USB Power Injektor, yaitu dengan memberikan Catu Daya tersendiri pada Modem/Wireless seperti halnya pada Access Point. Dengan Rangkaian tersebut Extender USB bisa diperpanjang sampai dengan 10-12 meter bahkan lebih
Nah, sederhana bukan cara membuat USB Extended Modem
Langganan:
Postingan (Atom)


